Minggu, 22-12-2008 WIB | diposting dari | hit: 919 | komentar: 1 | Politik
BAGHDAD - Presiden AS George W. Bush yang mengakhiri tugas bulan
depan mendapat “balasan setimpal” atas ulahnya di negeri Iraq. Ketika
jumpa pers dalam kunjungan perpisahan ke negeri yang carut marut oleh
perang yang digagasnya, Bush mendapat dua kali lemparan sepatu dan
teriakan anjing. Ini simbol penghinaan paling rendah terhadap seseorang
di budaya Timur Tengah.
Pelaku yang membuat malu orang nomor satu di AS itu adalah wartawan
Iraq bernama Muntadar al-Zaidi, 28. Dia koresponden televisi Al-Baghdadiya, sebuah stasiun televisi Iraq yang berkantor pusat dan mengudara dari Kairo, Mesir.
Penghinaan kepada Bush itu terjadi di Istana Salam, kantor Perdana
Menteri (PM) Iraq Nuri Al-Maliqi, Minggu malam waktu setempat atau
Senin dini hari WIB. Saat itu berlangsung sesi tanya jawab. Seorang
wartawan bertanya apakah Bush datang ke Iraq untuk merayakan
kemenangan? Bush pun mengatakan, “Tidak, saya mempertimbangkan itu
sebagai satu langkah penting menuju Iraq yang mendukung dirinya
sendiri, memerintah dirinya sendiri, dan mempertahankan dirinya
sendiri. Ada beberapa tugas yang harus dilakukan. Perang belum usai,”
ujar presiden yang 37 hari lagi lengser dan digantikan Barack Obama
pada 20 Januari nanti.
Ungkapan “perang belum usai” itulah yang memantik kemarahan Al-Zaidi
yang duduk di barisan ketiga dan berjarak hanya sekitar empat meter
dari podium tempat Bush dan PM Nuri Al-Maliqi berdiri. Al-Zaidi
sekonyong-konyong bangkit dari kursinya dan berteriak dalam bahasa
Arab. “Ini hadiah dari rakyat Iraq. Ini ciuman perpisahan, kamu
anjing,” teriak jurnalis Iraq itu sambil melemparkan sepatunya ke wajah
Bush.
Rupanya, di usia 62 tahun, refleks Bush bagus juga. Dia spontan
membungkuk sehingga terhindar dari lemparan. Sepatu wartawan muda itu
hanya melintas di atas kepala Bush dan menghantam bendera AS dan
bendera Iraq di belakangnya dengan suara cukup keras.
Tak puas karena lemparan pertama meleset, jurnalis berkacamata itu
kembali melemparkan satu sepatunya. Kali ini dia sambil berteriak dalam
bahasa Arab. “Ini untuk para janda, anak-anak yatim piatu, dan mereka
yang tewas terbunuh di Iraq,” ucap Al-Zaidi lantang. Namun, lemparannya
dalam jarak sangat dekat itu kembali meleset. Lagi-lagi Bush berhasil ngeles.
PM Nuri Al-Maliki yang semula hanya bengong di sampingnya kali ini
membantu menangkis lemparan dengan menyilangkan lengannya di depan
wajah Bush.
Aksi nekat Al-Zaidi baru berakhir setelah petugas keamanan Iraq dan
agen rahasia AS beramai-ramai menjatuhkannya ke lantai. Al-Zaidi
kemudian digelandang keluar dari ruangan. Namun, pria itu terus
meneriaki Bush. Suaranya meraung-raung sehingga terdengar sampai ke
ruang lain.
Juru Bicara Gedung Putih Dana M. Perino yang berdiri di samping
kedua pemimpin negara itu hanya mematung menyaksikan semua kejadian
memalukan tersebut. Dia hanya memegang mikrofon yang sedianya digunakan
bagi wartawan penanya.
Bagaimana reaksi Bush? Dasar presiden cowboy, dia malah
cengegesan. Setelah berhasil mengontrol dirinya yang terkaget-kaget,
mantan pilot pesawat AU itu meminta jumpa pers dilanjutkan. Mengawali
ucapannya, bukannya marah, Bush justru berkelakar. “Hal ini tidak
mengganggu saya. Jika Anda menginginkan fakta, itu sepatu ukuran 10
yang dilemparkannya,” kata Bush bercanda untuk menunjukkan dia
meremehkan insiden itu. Presiden ke-43 Amerika tersebut kemudian
mengatakan, “Saya tidak merasa terancam sama sekali. Seperti berlomba
dalam politik ketika orang berteriak padamu. Itu cara orang menunjukkan
perhatiannya,” ucap Bush.
Bush boleh saja menganggap sepele. Namun, pelemparan sepatu atau
alas kaki dalam kebudayaan Arab dianggap sebagai penghinaan terbesar.
Mereka menganggap target lemparan sepatu derajatnya lebih rendah
daripada alas kaki itu yang selalu di tanah dan kotor. Tak heran,
setelah patung Saddam Hussein ditumbangkan di Baghdad pada April 2003,
banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu melempari wajah patung
dengan sepatu mereka.
“Kado” sepatu wartawan itu juga menunjukkan bahwa invasi yang
digalang Bush ke Iraq pada Maret 2003 yang berhasil menggulingkan
pemerintahan Saddam Hussein berakhir sia-sia. Invasi dengan alasan
mencari senjata pemusnah masal justru menyulut pemberontakan mematikan
dan kekerasan sektarian bertahun-tahun.
Lantas, bagaimana nasib wartawan Al-Zaidi? Dia langsung diperiksa
pengawal PM Nuri Al-Maliki dan dites alkohol serta obat-obatan
terlarang.
Menurut seorang pejabat Iraq, Zaidi diinterogasi apakah ada orang
yang membayarnya untuk melemparkan sepatu ke arah Bush. Kini dia dalam
penahanan atas dakwaan yang tidak jelas.
Kolega Zaidi di stasiun TV Baghdadia mengungkapkan, Zaidi
sebagai wartawan berdedikasi. “Dia selalu berkomitmen dengan
tugas-tugasnya. Sebelum ke Baghdad sebulan lalu, dia menjalani training di Lebanon dan menjadi kepala koresponden di sana,” ujar Haider Nassar, kawan Zaidi di Baghdadia.
Disebutkan Nassar, Zaidi memang tidak setuju dengan kehadiran pasukan
koalisi pimpinan AS di Iraq. Karena itu, dia selalu mengakhiri
laporannya dengan kalimat, Muntadar Al-Zaidi melaporkan dari daerah
pendudukan Baghdad”.
Dari Kairo, Muzhir Al-Khafaji, direktur program Al-Baghdadia, melukiskan Zaidi sebagai “orang Arab yang bangga dan berpikiran terbuka.” “Kami mencemaskan keselamatannya,” tambahnya
Meski menyesalkan ulah krunya di jumpa pers, stasiun televisi Al-Baghdadia
menuntut pihak berwenang Iraq membebaskan Zaidi. “Dia harus bebas
sejalan dengan demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat yang
dijanjikan otoritas Amerika kepada rakyat Iraq,” kata televisi itu
dalam pernyataannya kemarin.
Di Iraq, ada dua tanggapan bertolak belakang atas ulah Zaidi.
Kalangan pejabat dan pemerintah Iraq menyesalkan tindakan Zaidi.
Sebagian wartawan media pemerintah langsung meminta maaf kepada Bush
beberapa saat setelah insiden terjadi. Hal yang sama dilakukan
pemerintah Iraq melalui PM Nuri Al-Maliki.
Namun, di bagian lain tak sedikit rakyat Iraq yang mengelu-elukan
Zaidi sebagai pahlawan yang mewakili kemarahan kepada Bush yang mereka
sebut penjahat perang. Demonstrasi yang terjadi sehari setelah insiden
menunjukkan foto Zaidi diangkat dan sepatunya dijadikan simbol
penghinaan terhadap Bush dan Amerika.
Kedatangan Bush yang berakhir kemarin adalah kunjungan resmi keempat
sekaligus yang terakhir di Iraq sejak dia memerintahkan invasi Maret
2003. Selama dua hari di Baghdad, Bush dan mitranya dari Iraq, PM Nuri
Al-Maliki, menandatangani perjanjian keamanan yang memaparkan
panduan-panduan baru bagi tentara AS di Iraq.
Sebelumnya, Bush mengelilingi jalan-jalan di seantero Baghdad
menggunakan iring-iringan kendaraan. Perjalanan keliling Kota Baghdad
tersebut adalah yang pertama dilakukan Bush. Dia belum pernah pergi ke
mana pun, selain ke pangkalan militer AS atau ke Green Zone yang
berpengawalan sangat ketat.
Sejumlah laporan gabungan menyebutkan, iring-iringan kendaraan yang
ditumpangi Bush melintasi jalan-jalan seantero Baghdad yang dijaga
sangat ketat sebelum akhirnya tiba di kediaman Al-Maliki untuk
melakukan jumpa pers dan mendapat lemparan sepatu. (AP/CNN/kim)
[
Hari ini jam WIB ]
Jumat, 30-07-2010 21:11 WIB | diposting dari studio | hit: 427 | komentar: 2
Kamis, 29-07-2010 08:39 WIB | diposting dari studio | hit: 367 | komentar: 0
Rabu, 28-07-2010 18:16 WIB | diposting dari studio | hit: 574 | komentar: 0
Rabu, 28-07-2010 17:24 WIB | diposting dari studio | hit: 981 | komentar: 4
Rabu, 28-07-2010 17:16 WIB | diposting dari studio | hit: 318 | komentar: 0
perlu font gratis dan profesional tapi buat komenrsial disini tempatnya..
font gratis download mudah dan koleksi buaaaanyak..
Kumpulan grafis dan desain PSD bagus dan proffesional..
situs refrensi wajib bagi web designer dan web developer..
website refrensi web designer..