Rabu, 24-02-2010 03:35 WIB | diposting dari rumah | hit: 2089 | komentar: 0 | Sosial Networking
Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan
berusia 35 sampai 55 tahun. Data yang didapat dari Yayasan Kanker
Indonesia (tahun 2007) menyebutkan setiap tahunnya sekitar 500.000
perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000
meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker
serviks.
Beberapa data lain juga menyebutkan kanker
serviks juga dapat muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda.
Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru
kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit
tersebut.
Dampak Psikologis
Dalam sebuah studi dilaporkan bahwa lebih dari 90% pasien mengalami
perubahan positif setelah mengetahui status kankernya. Dan sebagian
lagi mengalami kekhawatiran bahkan ketakutan. Fakta dilapangan
menyebutkan bahwa proses penyesuaian emosional pasien biasanya berjalan
seiring dengan reaksi emosional yang dialaminya yang meliputi: tahapan
awal dimana pasien terkejut dan merasa tidak yakin, kemudian ada
perasaan tertekan dimana disalurkan dalam bentuk kecemasan, kemarahan
dan protes. Tahapan berikutnya muncul perasaan sedih. Dan pada tahapan
berikutnya si pasien sudah mulai menyesuaikan diri dan menerima
kenyataan secara bertahap. Fakta dilapangan terungkap bahwa bayangan
rasa sakit yang berkepanjangan saat menjalani pengobatan medis
merupakan alasan sebagian besar pasien untuk memilih pengobatan
alternatif daripada pengobatan yang diberikan rumah sakit.
Untuk sesuatu hal yang positif, terutama untuk masa depan kesehatan
reproduksi Anda, sebaiknya pastikan status Anda – apakah berpotensi
kanker serviks atau tidak. Jangan biarkan ketakutan atau stress yang
berkepanjangan menjadi penghalang untuk menjalani proses pemeriksaan.
Cari informasi sebanyak-banyaknya. Untuk memulainya bisa Anda baca
artikel ini.
Kanker Serviks: Penyebab dan gejalanya
Kanker serviks (cervix cancer) atau yang dikenal sebagai kanker pada
leher rahim adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus – suatu
daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah
rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama
(vagina). Menurut Dr.Elfahmia Noor Azis, Sp.OG, Trainee Consultant
Oncology dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, penyebab dari
kanker yaitu: Human Papiloma Virus (HPV).
Deteksi Dini: Screening dan Diagnosa
Screening dilakukan saat pertama kali berhubungan badan atau 3 tahun
pertama setelah aktif secara seksual. Biasanya screening dapat berupa:
Tes Pap Smear
Tes ini untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal terdapat hanya
pada lapisan luar dari serviks dan tidak menginvasi bagian lebih dalam.
Warning! Jika tidak ditangani, sel abnormal ini dapat berubah menjadi
sel kanker, dimana dapat menyebar pada beberepa tempat sekitar serviks,
vagina bagian atas, area pelvis, dan bagian lain dari tubuh.

Tes HPV DNA
Terdapat juga pemeriksaan HPV DNA untuk menentukan apakah seseorang
terinfeksi. Pada tes ini diambil jaringan dari serviks untuk diperiksa
di laboratorium.
Diagnnosis Jika hasil Pap
Smear memperlihatkan sel kanker, pasien dapat menjalani pemeriksaan
lebih lanjut. Diagnosa yang dilakukan yaitu dengan memeriksa serviks
dengan kolposkopi – memeriksa sel dengan mikroskop khusus. Setelah itu
mengambil sample sel serviks – dengan biopsi.
Stadium pada Kanker Serviks
Stadium kanker merupakan faktor kunci yang menentukan pengobatan apa
yang akan diambil. Biasanya pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa:
gambaran radiologi, pemeriksaan seperti X-Ray, computerized tomography
(CT) Scan atau MRI.

Stadium 0
Kanker noninvasive, kanker dini ini kecil dan hanya terbatas pada permukaan serviks.
Stadium I
Kanker hanya terbatas pada serviks
Stadium II
Kanker pada stadium ini termasuk serviks dan uterus, namun belum menyebar ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina
Stadium III
Kanker pada stadium ini telah menyebar dari serviks dan uterus ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina.
Stadium IV
Pada stadium ini kanker telah menyebar ke organ terdekat , seperti
kandung kemih atau rectum, atau telah menyebar ke daerah lain di dalam
tubuh, seperti paru-paru, hati atau tulang.
Vaksinasi HPV
Vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV. Efek
pencegahan ini terjadi karena adanya pembentukan sistem antibody di
tubuh. Vaksin ini paling efektif diberikan sebelum wanita aktif secara
seksual.
(Sumber: Ad-V "Health Focus")
compiled by : www.cancerhelps.com
note: buat teman2 yang ada info tentang kanker rahim dan pengobatannya atau ada pengalaman mohon di buat di komentar
Jumat, 30-07-2010 21:11 WIB | diposting dari studio | hit: 418 | komentar: 2
Kamis, 29-07-2010 08:39 WIB | diposting dari studio | hit: 365 | komentar: 0
Rabu, 28-07-2010 18:16 WIB | diposting dari studio | hit: 570 | komentar: 0
Rabu, 28-07-2010 17:24 WIB | diposting dari studio | hit: 979 | komentar: 4
Rabu, 28-07-2010 17:16 WIB | diposting dari studio | hit: 316 | komentar: 0
perlu font gratis dan profesional tapi buat komenrsial disini tempatnya..
font gratis download mudah dan koleksi buaaaanyak..
Kumpulan grafis dan desain PSD bagus dan proffesional..
situs refrensi wajib bagi web designer dan web developer..
website refrensi web designer..