Rabu, 24-02-2010 08:00 WIB | diposting dari rumah | hit: 1220 | komentar: 0 | Sosial Networking
Pernahkah anda meminum jamu kudu laos yang dijajakan ibu-ibu penjual
jamu gendong? Rasanya segar, sedikit pedas-semriwing, dengan aroma khas
mengkudu. Konon khasiatnya adalah memperlancar sirkulasi darah,
menghangatkan badan, menurunkan tekanan darah tinggi, menambah
vitalitas, memperbaiki pencernaan, menghilangkan pegel-linu dan masuk
angin.
Jamu
berbahan dasar buah mengkudu, laos, asam Jawa, dan gula (kadang
ditambah merica, bawang putih, kedawung, jahe, kecur, dll) ini secara
diminum turun-temurun sejak jaman nenek-moyang, menunjukkan bahwa
sebagai obat mengkudu telah memiliki sejarah panjang.

Secara
tradisional seluruh bagian tanaman mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai
obat. Akarnya untuk mengobati kejang-kejang dan tetanus, menormalkan
tekanan darah, obat demam, dan tonikum. Kulit batang digunakan sebagai
obat malaria, tonikum, antiseptik pada luka, atau mengempiskan
pembengkakan kulit. Daunnya digunakan sebagai obat disentri, kejang
usus, pusing, muntah-muntah, dan demam. Sedangkan buahnya untuk peluruh
air kencing, urus-urus, pelembut kulit, kejang-kejang, bengek, gangguan
pernapasan, dan radang selaput sendi.
Jaman dahulu daun, akar,
dan batang mengkudu memang lebih banyak dimanfaatkan. Namun akhir-akhir
ini penggunaanya sebagai obat lebih bergeser ke buahnya. Misalnya untuk
mengatasi hipertensi buah mengkudu masak diambil airnya, dicampur madu,
kemudian diminum setiap pagi sebelum sarapan. Untuk mengatasi penyakit
kuning dua buah mengkudu diambil airnya, dicampur gula batu, kemudian
diminum (dilakukan seminggu dua kali sampai sembuh). Untuk batuk dan
gatal di tenggorokan, buah mengkudu masak dimakan bersama garam. Untuk
meredakan demam satu buah mengkudu direbus bersama 2 cm lengkuas dalam
dua gelas air sampai tinggal separonya. Airnya diminum pagi dan malam.
Sementara buah mengkudu matang kalau digosok-gosokkan dapat mengubah
kulit bersisik dan tumit pecah-pecah jadi mulus kembali.
Masih banyak lagi manfaat mengkudu (Morinda citrifolia) yang juga disebut pace (Jawa), cengkudu (Sunda), kodhuk (Madura), wengkudu (Bali).
Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang
kemudian menyebar hingga ke Polynesia (Hawaii). Di Polynesia inilah
mengkudu yang di sana disebut noni dikembangbiakkan dan dimanfaatkan lebih intensif.
KANDUNGAN MENGKUDU
Buah
dan daun mengkudu merupakan bahan pangan dengan kandungan gizi lengkap.
Selain berbagai vitamin, protein, dan mineral, mengkudu juga mengandung
xeronine, proxeronine, steroid alami, alizarin, lysin, sodium, asam
kaprat, asam kaprilat, asam kaproat, arginine, antraquinone, trace
elements, fenilalanin, selenium, magnesium, dan lain-lain.
Di antara zat-zat gizi tersebut terdapat zat antibakteri yang dapat membunuh Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli (penyebab diare), Salmonella montivideo, S. scotmuelleri, S. typhii (penyebab tifus), dan Shigella dysenteriae, S. flexnerii, S. pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
Senyawa
scopoletin yang banyak terdapat pada mengkudu selain bersifat
antibakteri, antiradang dan antialergi, juga dapat meningkatkan sistem
kekebalan tubuh (imunomodulator).
MENGKUDU SEBAGAI OBAT KANKER
Penggunaan
mengkudu untuk pengobatan kanker akhir-akhir ini semakin populer dengan
semakin banyaknya penelitian mengenai manfaat mengkudu untuk kanker.
Tim peneliti Universitas Hawai yang dipimpin Annie Hirazumi
mendapati bahwa jus mengkudu meningkatkan kerja sistem kekebalan tubuh
(terutama sel makrofag dan limfosit) tikus putih yang diinduksi dengan
sel kanker paru Lewis, sehingga mampu bertahan hidup 50 hari lebih.
Padahal tikus yang tidak diberi mengkudu hanya mampu bertahan hidup
antara 9-12 hari saja. Annie juga meneliti bahwa jus mengkudu
bermanfaat untuk mengatasi sarcoma.
Tim peneliti Universitas Negeri Lousiana, AS, yang dipimpin Conrad A. Hornick, Ph.D
menemukan bahwa jus mengkudu dalam kadar 10% dapat menghentikan
pembentukan pembuluh darah (anti angiogenesis) pada sel kanker payudara
dan merusak pembuluh darah kanker yang sudah ada, sehingga sel-sel
kanker mati.
Sedang Maria Gabriela Manuele dan kawan-kawan berhasil membuktikan bahwa scopoletin dapat mengaktifkan limfosit sekaligus membasmi sel kanker limfoma.

Tak mau kalah dengan kolega-koleganya, Dr. Rangadhar Satapathy, MD
menyatakan bahwa tanaman mengkudu memiliki 150 neutraceutical (zat gizi
berkhasiat obat), lima di antaranya merupakan zat antikanker:
(1)
Polisakarida yang banyak terdapat pada mengkudu mencegah menempelnya
sel yang rusak/bermutasi ke sel lain, sehingga dapat mencegah
terjadinya metastase.
(2) Damnacanthal, sejenis anthraquinon,
menghambat pertumbuhan sel ganas. Alizarin, anthraquinon lain,
menghentikan aliran darah ke jaringan tumor, sehingga menghentikan
perkembangannya.
(3) Epigollocatechin gallate (EGCg).
Antioksidan golongan flavonoid polifenol yang banyak terdapat dalam
mengkudu ini mencegah mutasi sel dan menginduksi apoptosis (bunuh diri)
pada sel-sel abnormal.
(4) Terpenoid dalam mengkudu mencegah
pembelahan sel ganas dan juga menginduksi apoptosis. Salah satu
terpenoidnya, limonen, terbukti efektif untuk mengatasi kanker
payudara, kanker liver, kanker paru, dan juga leukemia. Terpenoid yang
lain, betakaroten, membantu merangsang kelenjar thymus untuk
memproduksi lebih banyak sel Limfosit T yang dapat langsung
menghancurkan sel kanker. Sedang asam ursolat yang juga golongan
triterpenoid dapat mencegah pertumbuhan sel abnormal (kanker) sekaligus
menyuruh sel abnormal yang sudah ada untuk bunuh diri (apoptosis).
(5)
Menurut hasil penelitian Dr. Heinicke, proxeronine sangat banyak
terdapat dalam mengkudu. Di dalam usus proxeronine diubah menjadi
xeronine. Xeronine yang juga diproduksi tubuh dalam jumlah terbatas ini
dibutuhkan untuk mengaktifkan protein sel sebelum digunakan dalam
seluruh proses kimiawi tubuh. Xeronine juga memperbaiki struktur dan
menormalkan fungsi sel-sel tubuh yang rusak. Karena pada dasarnya
setiap sel mengandung protein, maka kecukupan xeronine dapat
memperbaiki segala jenis sel yang tidak normal. Dari sini diperoleh
penjelasan, mengapa efek xeronine berbeda pada tiap orang, namun
umumnya menunjukkan perbaikan kondisi sesuai penyakit masing-masing.
Namun
di balik manfaat mengkudu yang begitu mengesankan ada satu hal yang
sering menjadi kendala dalam mengkonsumsi mengkudu, yaitu aromanya
tidak enak. Aroma khas ini cukup menyengat, disebabkan oleh asam
kaproat dan asam kaprat yang banyak terdapat pada buah mengkudu matang.
Cara yang digunakan untuk mengurangi aroma ini adalah dengan
mencampurkan madu atau gula merah ke dalam jus mengkudu, kemudian
disimpan dalam gelas atau botol kaca selama 2-4 hari.
Dalam
proses fermentasi ini asam kaproat dan asam kaprat akan terurai
sehingga baunya berkurang, sayangnya belum diperoleh kejelasan apakah
proses fermentasi ini mempengaruhi khasiatnya atau tidak. Menurut
kesaksian penggunanya, buah mengkudu tua yang belum masak (belum banyak
mengandung asam kaproat dan asam kaprat) ternyata kurang berkhasiat
dibanding buah mengkudu yang benar-benar sudah masak.
Efek
samping mengkudu sejauh ini belum ditemukan. Hanya saja penderita
gangguan ginjal perlu berhati-hati mengkonsumsi karena kadar kalium
mengkudu sangat tinggi. (Titah Rahayu/rumahkanker.com)
Kemarin jam 21:11 WIB | diposting dari studio | hit: 417 | komentar: 2
Kamis, 29-07-2010 08:39 WIB | diposting dari studio | hit: 363 | komentar: 0
Rabu, 28-07-2010 18:16 WIB | diposting dari studio | hit: 570 | komentar: 0
Rabu, 28-07-2010 17:24 WIB | diposting dari studio | hit: 977 | komentar: 4
Rabu, 28-07-2010 17:16 WIB | diposting dari studio | hit: 316 | komentar: 0
perlu font gratis dan profesional tapi buat komenrsial disini tempatnya..
font gratis download mudah dan koleksi buaaaanyak..
Kumpulan grafis dan desain PSD bagus dan proffesional..
situs refrensi wajib bagi web designer dan web developer..
website refrensi web designer..