Revisi Taksonomi Bloom atau Revised Bloom Taxonomy

Sabtu, 20-03-2010 12:10 WIB | Perpus PascaSarjana UNP | 40552 hit | 1 komentar | Sosialia | Anton Hilman
Bagikan

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk
mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi
berarti klasifikasi berhirarkhi dari sesuatu atau prinsip yang mendasari
klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian-
sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa
skema taksonomi (http://en.wikipedia.org/wiki/Bloom%27s_Taxonomy).

Konsep Taksonomi Bloom dikembangkan pada
tahun 1956 oleh Benjamin Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan.
Konsep ini mengklasifikasikan tujuan pendidikan dalam tiga ranah, yaitu
kognitif, afektif dan psikomotorik.

Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan
keahlian mentalitas. Ranah afektif meliputi fungsi yang berkaitan dengan
sikap dan perasaan. Sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan
fungsi manipulatif dan kemampuan fisik.

Ranah kognitif menggolongkan dan mengurutkan keahlian berpikir yang
menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan
tahap-tahap kemampuan yang harus siswa kuasai sehingga dapat menunjukan
kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke
dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan terbaiknya
sehinggi dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi
pikirannya. Untuk lebih mudah memahami taksonomi bloom, maka dapat
dideskripsikan dalam dua pernyataan di bawah ini:

  • Memahami sebuah konsep berarti dapat mengingat informasi atau ilmu
    mengenai konsep itu.
  • Seseorang tidak akan mampu mengaplikasikan ilmu dan konsep jika
    tanpa terlebih dahulu memahami isinya

Konsep tersebut mengalami perbaikan seiring dengan perkembangan dan
kemajuan jaman serta teknologi. Salah seorang murid Bloom yang bernama
Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990. Hasil
perbaikannya dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi
Bloom. Dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, pada kategori dari
kata benda menjadi kata kerja. Masing-masing kategori masih diurutkan
secara hirarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah
kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi
analisis saja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak
berubah jumlahnya karena Lorin memasukan kategori baru yaitu creating
yang sebelumnya tidak ada.

Gambar 1. Diagram Taksonomi Bloom

taksonomi bloom

Setiap kategori dalam Revisi Taksonomi Bloom terdiri dari subkategori
yang memiliki kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori
tersebut. Kata-kata kunci itu seperti terurai di bawah ini

  • Mengingat : mengurutkan, menjelaskan,
    mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi , menemukan kembali
    dsb.
  • Memahami : menafsirkan, meringkas,
    mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, mebeberkan dsb.
  • Menerapkan : melaksanakan, menggunakan,
    menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai,
    menyelesaikan, mendeteksi dsb
  • Menganalisis : menguraikan, membandingkan,
    mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan,
    menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan,
    membandingkan, mengintegrasikan dsb.
  • Mengevaluasi : menyusun hipotesi, mengkritik,
    memprediksi, menilai, menguji, mebenarkan, menyalahkan, dsb.
  • Berkreasi : merancang, membangun, merencanakan,
    memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat,
    memperindah, menggubah dsb.

Dalam berbagai aspek dan setelah melalui revisi, taksonomi Bloom
tetap menggambarkan suatu proses pembelajaran, cara kita memproses suatu
informasi sehingga dapat dimanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa prinsip didalamnya adalah :

  • Sebelum kita memahami sebuah konsep maka kita harus mengingatnya
    terlebih dahulu
  • Sebelum kita menerapkan maka kita harus memahaminya terlebih dahulu
  • Sebelum kita mengevaluasi dampaknya maka kita harus mengukur atau
    menilai
  • Sebelum kita berkreasi sesuatu maka kita harus mengingat, memahami,
    mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi, serta memperbaharui

Pentahapan berpikir seperti itu bisa jadi mendapat sanggahan dari
sebagian orang. Alasannya, dalam beberapa jenis kegiatan, tidak semua
tahap seperti itu diperlukan. Contohnya dalam menciptakan sesuatu tidak
harus melalui penatahapan itu. Hal itu kembali pada kreativitas
individu. Proses pembelajaran dapat dimulai dari tahap mana saja. Namun,
model pentahapan itu sebenarnya melekat pada setiap proses pembelajaran
secara terintegrasi.

Sebagian orang juga menyanggah pembagian pentahapan berpikir seperti
itu karena dalam kenyataannya siswa seharusnya berpikir secara holistik.
Ketika kemampuan itu dipisah-pisah maka siswa dapat kehilangan
kemampuannya untuk menyatukan kembali komponen-komponen yang sudah
terpisah. Model penciptaaan suatu produk baru atau menyelesaian suatu
proyek tertentu lebih baik dalam memberikan tantangan terpadu yang
mendorong siswa untuk berpikir secara kritis.

VIDEO NARUTO SHIPPUDEN TERBARU

Untuk Download Video Naruto klik kanan download dan pilih SAVE LINK AS
Share on: | BOB
Seluruh artikel di Hilman.web.id dapat anda perbanyak, cetak, modifikasi dan distribusikan secara bebas, asal tetap mencantumkan sumber URL.
Akses http://m.hilman.web.id di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda

KOMENTAR

http://www.hilman.web.id/posting/blog/852/revisi-taksonomi-bloom-atau-revised-bloom-taxonomy.html
amirpadda63@yahoo.co.id #1 Amir Pada
Makassar

[ Sabtu, 28-07-2012 12:58 WIB ]

sebaiknya tidak dilampikan sebagian saja KKO hasil revisi Bloom

BROWSER: Mozilla/5.0 (Windows NT 6.1; WOW64) AppleWebKit/535.1 (KHTML, like Gecko) Chrome/15.0.849.0 Safari/535.1 | IP: 114.79.16.227

KIRIM KOMENTAR

Untuk menampilkan pic di komentarmu, gunakan email account Gravatar kamu untuk pic komentar. belum punya account Gravatar? klik disini
Nama :
Email/blog :
Alamat/kota :
Komentar :
security code *masukkan 3 kode terakhir

Saya menerima komentar terkait posting yang ditampilkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab anda. Saya berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Naruto Shippuden Episode 211

naruto shippuden videos taken from www.narutoget.com
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.
pasang iklan di http://hilman.web.id

DAILYLOG

kartu as dan telkomsel

sebelumnya...

Directory

RSS FEED

RSS Feed url: http://www.hilman.web.id/rss.php [Valid RSS]

WHERE R U FROM

Anda tanpa proxy
IP anda: 54.81.163.254
(ec2-54-81-163-254.compute-1.amazonaws.com)
1