Nikahilah Wanita Karena Agama, Martabat, Harta dan Kecantikannya

Minggu, 18-04-2010 07:42 WIB | rumah | 6485 hit | 0 komentar | Anton Hilman

Bagikan

Yahya bin Yahya an Naisaburi mengatakan bahwa beliau berada di dekat
Sufyan bin Uyainah ketika ada seorang yang menemui Ibnu Uyainah lantas
berkata, "Wahai Abu Muhammad, aku datang ke sini dengan tujuan
mengadukan fulanah -yaitu istrinya sendiri-. Aku adalah orang yang hina
di hadapannya
".

Beberapa saat lamanya, Ibnu
Uyainah menundukkan kepalanya. Ketika beliau telah menegakkan kepalanya,
beliau berkata, "Mungkin, dulu engkau menikahinya karena ingin
meningkatkan martabat dan kehormatan?"
. "Benar, wahai Abu
Muhammad"
, tegas orang tersebut. Ibnu Uyainah berkata, "Siapa
yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Siapa
yang menikah karena cari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa
yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta
dan kehormatan di samping agama
".

Kemudian beliau mulai bercerita, "Kami adalah empat laki-laki
bersaudara, Muhammad, Imron, Ibrahim dan aku sendiri. Muhammad adalah
kakak yang paling sulung sedangkan Imron adalah bungsu. Sedangkan aku
adalah tengah-tengah. Ketika Muhammad hendak menikah, dia berorientasi
pada kehormatan. Dia menikah dengan perempuan yang memiliki status
sosial yang lebih tinggi dari pada dirinya. Pada akhirnya dia jadi orang
yang hina. Sedangkan Imron ketika menikah berorientasi pada harta.
Karenanya dia menikah dengan perempuan yang hartanya lebih banyak
dibandingkan dirinya. Ternyata, pada akhirnya dia menjadi orang miskin.
Keluarga istrinya merebut semua harta yang dia miliki tanpa menyisakan
untuknya sedikitpun. Maka aku penasaran, ingin menyelidiki sebab
terjadinya dua hal ini
."

Tak disangka suatu hari Ma’mar bin Rasyid datang. Ku lantas
bermusyawarah dengannya. Kuceritakan kepadanya kasus yang dialami oleh
kedua saudaraku.

Ma’mar lantas menyampaikan hadits dari Yahya bin Ja’dah
dan hadits Aisyah. Hadits dari Yahya bin ja’dah adalah sabda Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam
, "Perempuan itu dinikahi karena empat faktor
yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang
baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang
merugi
" (HR Bukhari dan Muslim).

Sedangkan hadits dari Aisyah
adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Perempuan
yang paling besar berkahnya adalah yang paling ringan biaya
pernikahannya
" (HR Ahmad no 25162, menurut Syeikh Syu’aib al Arnauth,
sanadnya lemah).

فاخترت لنفسي الدين وتخفيف الظهر اقتداء بسنة رسول الله – صلى الله عليه
وسلم – فجمع الله لي العز والمال مع الدين

Oleh karena itu kuputuskan untuk menikah karena faktor agama dan agar
beban lebih ringan karena ingin mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam
. Di luar dugaan Allah kumpulkan untukku
kehormatan dan harta di samping agama. (Tahdzib al Kamal 11/194-195,
Maktabah Syamilah).

Demikianlah nasehat dan petuah salah seorang ulama besar di zamannya,
Sufyan bin Uyainah bin Maimun Abi Imran. Beliau lahir pada pertengahan
Sya’ban tahun 107 H dan meninggal dunia pada hari sabtu tanggal 1 Rajab
tahun 198 H.

Dalam nasehat beliau di atas bagaimanakah wujud nyata dari menerapkan
sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Pilihlah yang
baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi
".

Namun banyak orang yang bangga dengan pendapatnya. Kebahagiannya
menurutnya adalah memiliki istri cantik, memiliki kelas sosial yang
bergengsi atau mendapatkan istri yang kaya meski agama perempuan
tersebut nol besar. Tentang hadits di atas al Amir ash Shan’ani
mengatakan, "Hadits ini menceritakan bahwa faktor yang mendorong
laki-laki untuk menikah adalah salah satu dari empat hal ini.

Faktor
terakhir menurut para laki-laki adalah agama. Namun Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam
malah memerintahkan para laki-laki jika sudah
mendapatkan perempuan yang agamanya baik supaya tidak memalingkan hati
kepada yang lainnya.

Bahkan terdapat larangan menikahi perempuan bukan
karena motivasi agama. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al Bazzar dan
Baihaqi dari Abdullah bin Amr, Nabi bersabda,

لَا تَنْكِحُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَلَعَلَّهُ يُرْدِيهِنَّ ،
وَلَا لِمَالِهِنَّ فَلَعَلَّهُ يُطْغِيهِنَّ ، وَانْكِحُوهُنَّ لِلدِّينِ ،
وَلَأَمَةٌ سَوْدَاءُ خَرْقَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ

"Janganlah kalian menikahi perempuan karena cantiknya. Boleh jadi
kecantikan tersebut akan membinasakannya. Jangan pula karena hartanya
karena harta boleh jadi akan menyebabkannya melampaui batas. Menikahlah
karena agama
. Sungguh budak hitam yang cacat namun baik agamannya itu
yang lebih baik
" (Namun hadits ini dinilai sebagai hadits yang
sangat lemah oleh al Albani dalam kajian beliau untuk Ibnu Majah no
1859-pent)

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa dekat-dekat dengan orang yang
baik agamanya itulah yang terbaik dalam semua kondisi.

Dengan
dekat-dekat dengan mereka kita bisa mengambil manfaat dari akhlak,
berkah dan tingkah-laku mereka. Terlebih lagi adalah istri karena istri
adalah kawan tidur, ibu untuk anak-anak dan orang yang diberi amanah
untuk menjaga harta dan rumah suami serta kehormatannya. Yang dimaksud
dengan 'taribat yadak’ adalah tangan dilekatkan ke tanah karena
miskin"(Subulus Salam 4/431-432).

sumber

yg cerdas juga Nikahilah.Perempuan.Cerdas.Engkau.Berumur.Panjang

Sent from my Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9.2.3) Gecko/20100401 Firefox/3.6.3 © Wireless access from Telkomsel GPRS/EDGE/3G Network ®

Akses http://m.hilman.web.id di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda

Naruto Shippuden Episode 211

naruto shippuden videos taken from www.narutoget.com
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.
pasang iklan di http://hilman.web.id

DAILYLOG

kartu as dan telkomsel

sebelumnya...

Directory

RSS FEED

RSS Feed url: http://www.hilman.web.id/rss.php [Valid RSS]

WHERE R U FROM

Anda tanpa proxy
IP anda: 54.163.84.199
(ec2-54-163-84-199.compute-1.amazonaws.com)
1